1. KONSEP KELISTRIKAN
- A. Pendahuluan.
Sebelum membahas sistem kelistrikan tersebut, terlebih dahulu akan dijelaskan beberapa komponen elektronik, konsep dan simbol kelistrikan yang mendukung terhadap cara kerja sistem kelistrikan pada sepeda motor. selain itu, akan di bahas juga beberapa contoh konkrit aplikasi penggunaan komponen komponen elektronika pada sepeda motor.
- B. Arus Listrik, Tegangan dan Tahanan
Ilustrasi karakteristik antara air dengan listrik.
Tegangan dapat di ibaratkan ketinggian diantara kedua wadah, yang menyebabkan terjadinya air. makin besar perbedaan ketinggian air, makin kuat keinginan air untuk mengalir, arus listrik di ibaratkan jumlah atau volume air yang mengalir setiap detiknya, melalui pipa, sedangkan resistansi ( tahanan ) diibaratkan semua hambatan yang dijumapi air saat ia mengalir didalam pipa, makin besar pipa, makin kecil hambatan alirnya, sehingga makin besar arus air yang mengalir, dan sebaliknya.
Air yang mengalir pada suatu pipa dipengaruhi oleh besar nya dorongan yang menyebabkan air tersebut mengalir dan besarnya hambatan pada pipa, besarnya dorongan untuk mengalir ditimbulkan oleh perbedaan ketinggian air dikedua wadah, dan dalam kelistrikan disebut tegangan atau beda potensial.
Besarnya hambatan pada pipa disebabkan banyak faktor, yaitu : mutu permukaan dalam pipa, dan luas penampang pipa serta panjang pipa.
mutu permukaan pipa x panjang pipa
hambatan alir = -------------------------------------------
panjang pipa
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditentukan beberapa persamaan karakteristik yang ada dalam kelistrikan, yaitu :
- hambatan alir sama dengan Resistansi ( R )
- mutu permukaan dalam pipa sama dengan nilai hambat jenis ( specific resistivity ) dari kawat penghantar, dilambangkan dengan p ( rho ), yaitu nilai hambatan yang timbul akibat jenis bahan yang digunakan sebagai penghantar.
- luas penampang pipa sama dengan luas penampang kawat penghantar, dilambangkan dengan A.
- panjang pipa sama dengan panjang penghantar dan dilambangkan dengan I.
Tegangan listrik dapat dinyatakan sebagai dorongan atau tenaga untuk memungkinkan terjadinya aliran arus listrik, tenaga listrik dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
- Tegangan listrik searah ( direct current / DC )
- Tegangan listrik bolak balik ( alternating current / AC )
Arus listrik AC
Arus listrik DC
Resistansi ( Tahanan ) dapat diartikan sebagai apapun yang menghambat aliran arus listrik dan mempengaruhi besarnya arus yang dapat mengalir, pada dasarnya semua material ( bahan ) adalah Konduktor ( penghantar), namun resistansi lah yang menyebabkan sebagian material dikatakan isolator, karena memiliki resistansi yang besar dan sebagian lagi disebut konduktor, karena memiliki resistansi yang kecil.
resistansi ada pada kawat, kabel, body atau rangka sepeda motor, namun nilainya ditekan sekecil mungkin dengan menggunakan logam logam tertentu yang memiliki nilai p yang rendah.
resistansi ada yang dibuat dengan sengaja untuk mengatur besarnya arus listrik yang mengalir pasa rangkaian tertentu, dan komponen yang memiliki nilai resistansi khusus tersebet, disebut resistor, resistor dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Resistor tetap ( fixed resistor )
- Resistor variabel ( Variable resistor )
Variable resistor terdiri dari beberapa macam yaitu :
> Rotary Type Resistor
> LDR ( Light dependent resistor )
> Thermistor, terdiri dari :
a) NTC Negative temperature Coeficient ) Thermistor
b) PTC ( Positive temperature Coeficuent ) Thermistor


Tidak ada komentar:
Posting Komentar