Senin, 01 Februari 2016

Teknik Sepeda Motor Bagian Kelistrikan

Salam Hangat Sahabat Sebangsa, Kali ini saya akan menjelaskan sedikit wawasan untuk teknik sepeda motor bagian kelistrikan nya, untuk bagian bagian lain sobat bisa baca artikel saya yang lainnya....

1. KONSEP KELISTRIKAN
  • A. Pendahuluan.
        Setiap sepeda motor dilengkapi dengan beberapa rangkaian sistem kelistrikan. umumnya sebagi sumber listrik utama sering digunakan baterai. namun juga ada yang menggunakan flywheel magnet ( altenator ) yang menghasilkan pembangkit listrik arus bolak balik atau AC ( alternating current ). bagian bagian yang termasuk sistem kelistrikan pada sepeda motor antara lain : sistem starter, sistem pengapian ( ignition system ), sistem pengisian ( charging system ), dan sistem penerangan ( lighting system ). seperti lampu kepala ( headlight ), lampu belakang ( tail light ), lampu rem ( brake light ), lampu sein ( tum signal lights ), klakson ( horn ) dan lampu lampu indikator.
       Sebelum membahas sistem kelistrikan tersebut, terlebih dahulu akan dijelaskan beberapa komponen elektronik, konsep dan simbol kelistrikan yang mendukung terhadap cara kerja sistem kelistrikan pada sepeda motor. selain itu, akan di bahas juga beberapa contoh konkrit aplikasi penggunaan komponen komponen elektronika pada sepeda motor.

  • B. Arus Listrik, Tegangan dan Tahanan
        Untuk memahami konsep tentang listrik, maka listrik di ilustrasikan sebagai air karena memiliki banyak kesamaan karakteristiknya.
Ilustrasi karakteristik antara air dengan listrik.
Tegangan dapat di ibaratkan ketinggian diantara kedua wadah, yang menyebabkan terjadinya air. makin besar perbedaan ketinggian air, makin kuat keinginan air untuk mengalir, arus listrik di ibaratkan jumlah atau volume air yang mengalir setiap detiknya, melalui pipa, sedangkan resistansi ( tahanan ) diibaratkan semua hambatan yang dijumapi air saat ia mengalir didalam pipa, makin besar pipa, makin kecil hambatan alirnya, sehingga makin besar arus air yang mengalir, dan sebaliknya.
      Air yang mengalir pada suatu pipa dipengaruhi oleh besar nya dorongan yang menyebabkan air tersebut mengalir dan besarnya hambatan pada pipa, besarnya dorongan untuk mengalir ditimbulkan oleh perbedaan ketinggian air dikedua wadah, dan dalam kelistrikan disebut tegangan atau beda potensial.
      Besarnya hambatan pada pipa disebabkan banyak faktor, yaitu : mutu permukaan dalam pipa, dan luas penampang pipa serta panjang pipa.
                                   mutu permukaan pipa x panjang pipa 
  hambatan alir = -------------------------------------------
       panjang pipa
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditentukan beberapa persamaan karakteristik yang ada dalam kelistrikan, yaitu :
  1. hambatan alir sama dengan Resistansi ( R )
  2. mutu permukaan dalam pipa sama dengan nilai hambat jenis ( specific resistivity ) dari kawat penghantar, dilambangkan dengan p ( rho ), yaitu nilai hambatan yang timbul akibat jenis bahan yang digunakan sebagai penghantar. 
  3. luas penampang pipa sama dengan luas penampang kawat penghantar, dilambangkan dengan A.
  4. panjang pipa sama dengan panjang penghantar dan dilambangkan dengan I.
Arus listrik merupakan sejumlah elektron yang mengalir dalam tiap detiknya pada suatu penghantar, banyaknya elktron yang mengalir ini ditentukan oleh dorongan yang diberikan pada elktron elektron dan kondisi jalan yang akan dilalui elektron elektron tersebut, arus listrik dilambangkan dengan huruf I dan di ukur dalam satuan ampere.
        Tegangan listrik dapat dinyatakan sebagai dorongan atau tenaga untuk memungkinkan terjadinya aliran arus listrik, tenaga listrik dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
  • Tegangan listrik searah ( direct current / DC ) 
  • Tegangan listrik bolak balik ( alternating current / AC )
Tegangan listrik DC memungkinkan arus listrik mengalir pada satu arah saja, yaitu dari titik satu ke titik lain dan nilai arus yang mengalir adalah konstan/tetap. sedangkan tegangan listrik AC memungkinkan arus listrik mengalir dengan dua arah , pada tiap tiap setengah siklusnya. nilainya akan berubah ubah secara periodik.
Arus listrik AC
Arus listrik DC 
Resistansi ( Tahanan ) dapat diartikan sebagai apapun yang menghambat aliran arus listrik dan mempengaruhi besarnya arus yang dapat mengalir, pada dasarnya semua material ( bahan ) adalah Konduktor ( penghantar), namun resistansi lah yang menyebabkan sebagian material dikatakan isolator, karena memiliki resistansi yang besar dan sebagian lagi disebut konduktor, karena memiliki resistansi yang kecil.
       resistansi ada pada kawat, kabel, body atau rangka sepeda motor, namun nilainya ditekan sekecil mungkin dengan menggunakan logam logam tertentu yang memiliki nilai p yang rendah.
       resistansi ada yang dibuat dengan sengaja untuk mengatur besarnya arus listrik yang mengalir pasa rangkaian tertentu, dan komponen yang memiliki nilai resistansi khusus tersebet, disebut resistor, resistor dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Resistor tetap ( fixed resistor )
  2. Resistor variabel ( Variable resistor )
              Variable resistor terdiri dari beberapa macam yaitu :
               > Rotary Type Resistor
               > LDR ( Light dependent resistor )
               > Thermistor, terdiri dari :
                       a) NTC Negative temperature Coeficient ) Thermistor
                       b) PTC ( Positive temperature Coeficuent ) Thermistor
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar